SANTRI,PRIYAYI
DAN ABANGAN
SANTRI
Mojokuto
yang berdiri pada pertengahan akhir abad ke-19, jemaah muslimnya terkristal
dalam latar abangan yang umum. Sementara mereka yang terdiri dari kelas
pedagang dan banyak petani muncul dari utara Jawa memunculkan varian santri.
Perbedaan yang mencolok antara abangan dan santri adalah jika abangan tidak
acuh terhadap doktrin dan terpesona kepada upacara, sementara santri lebih
memiliki perhatian kepada doktrin dan mengalahkan aspek ritual Islam yang
menipis (hal. 172). Santri juga lebih peduli kepada pengorganisasian sosial
umat di sekeliling mereka. Di Mojokuto, ada empat lembaga sosial yang utama;
parpol Islam, sistem sekolah agama, birokrasi pemerintah/Depag, dan jamaah
masjid/langgar. Keempatnya berpautan baik pada santri yang modern dan kolot.
Ada tiga titik komunitas santri di Mojokuto: yakni petani santri desa yang
kaya, pedagang kecil kota, dan keluarga penghulu/aristokrasi santri.